Lubuklinggau//Mediainfopol.com/ Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau terus berupaya meningkatkan kapasitas tata kelola pemerintahan dengan menjalin sinergi dan studi komparatif ke berbagai daerah maju di Indonesia. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan kegiatan koordinasi lintas daerah ke Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, yang selama ini dikenal sebagai kota dengan tata kelola lingkungan dan kesehatan terbaik serta mendapat pengakuan nasional sebagai Kota Layak Anak.

Rombongan Pemkot Lubuklinggau dipimpin langsung oleh Wali Kota H Rachmat Hidayat dan diterima secara resmi oleh jajaran Pemerintah Kota Balikpapan, yang diwakili Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yusri Ramli, bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Lubuklinggau mengungkapkan alasan dipilihnya Balikpapan sebagai tujuan studi tiru. Menurutnya, kota ini memiliki reputasi sebagai daerah yang konsisten dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, sehat, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Kami menyadari bahwa tantangan di Lubuklinggau cukup kompleks, terutama dalam bidang kebersihan, kesehatan, dan perlindungan anak. Maka dari itu, kami ingin belajar langsung dari Balikpapan yang telah sukses membuktikan diri melalui berbagai penghargaan, seperti Adipura dan Adipura Kencana,” ujar Wali Kota Rachmat.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan kota, tidak hanya sebagai bagian dari estetika kota, namun juga sebagai cerminan budaya masyarakat.

Menanggapi kunjungan tersebut, Asisten II Pemkot Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Ramli, memaparkan sejumlah program unggulan yang menjadi pilar keberhasilan kota mereka.

Salah satu kunci sukses pengelolaan kebersihan di Balikpapan adalah penegakan Peraturan Wali Kota yang mengatur waktu pembuangan sampah warga, yaitu hanya diperbolehkan antara pukul 18.00 hingga 06.00. Dengan kebijakan ini, petugas kebersihan dapat bekerja secara optimal di malam hari tanpa mengganggu aktivitas warga di siang hari.

Selain itu, kami juga mengembangkan sistem bank sampah. Saat ini telah beroperasi 77 bank sampah di lingkungan masyarakat dan kami targetkan menjadi 204 pada akhir 2025,” terang Yusri.

Dalam bidang pendidikan, Balikpapan juga telah menerapkan kebijakan bantuan seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa, mulai dari jenjang TK hingga SMP. Kebijakan ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga dan menciptakan kesetaraan di lingkungan pendidikan.

Tidak kalah penting, Pemkot Balikpapan telah menetapkan berbagai kebijakan strategis untuk mendukung statusnya sebagai Kota Layak Anak. Salah satunya adalah pendataan potensi dan kondisi anak di setiap kelurahan guna mendeteksi dini potensi risiko stunting. Program ini dilakukan secara terstruktur dan berkolaborasi dengan lembaga kesehatan dan pelayanan sosial di tingkat lokal.

Langkah ini memungkinkan kami melakukan intervensi cepat jika ditemukan anak yang berisiko atau mengalami gangguan tumbuh kembang,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini, Wali Kota Lubuklinggau turut didampingi oleh jajaran kepala dinas dan pejabat teknis terkait, termasuk Plt Kepala Dinas Kesehatan Erwin Armeidi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup M Johan Iman Sitepu, Plt Kepala DP3APM Heri Suryanto, Plt Kepala Dinas Kominfotiksan Febrian Saputra, Kepala Dinas Pendidikan Firdaus Abky, Plt Camat Lubuklinggau Selatan II Riza Fikri, Kabag Prokopim Taufik Hidayat, serta seluruh kepala Puskesmas di Kota Lubuklinggau.

Mereka secara aktif terlibat dalam diskusi dan tukar informasi dengan OPD Pemkot Balikpapan, membahas berbagai aspek teknis maupun strategi implementatif yang relevan untuk diterapkan di Lubuklinggau.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi titik awal bagi reformasi kebijakan dan praktik pelayanan publik di Kota Lubuklinggau. Melalui pembelajaran langsung dari daerah yang telah lebih dahulu berhasil, Pemkot Lubuklinggau berkomitmen untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Kami sangat mengapresiasi keterbukaan Pemkot Balikpapan dalam berbagi ilmu. Semoga ke depan, kolaborasi ini tidak hanya bersifat konsultatif, tapi juga menjadi kemitraan nyata antar daerah,” pungkas Wali Kota Rachmat.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Kota Lubuklinggau menatap masa depan dengan visi yang lebih bersih, sehat, dan inklusif.
(M.Harus ak)