Bengkulu//Mediainfopol.Com/Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah menjadi momentum penuh makna bagi masyarakat Bengkulu. Tak hanya sebagai hari besar keagamaan yang sarat nilai pengorbanan, Idul Adha tahun ini juga menjadi titik refleksi dan pemulihan pascabencana bagi warga yang baru saja menghadapi gempa bumi berkekuatan 6,3 Skala Richter.
Mengawali perayaan suci ini, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), melaksanakan Salat Idul Adha berjemaah di Masjid Raya Baitul Izzah. Ribuan umat Islam dari berbagai penjuru kota memadati halaman masjid sejak pagi hari, menciptakan pemandangan yang syahdu dan penuh kekhusyukan.
Tampak Gubernur Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian mengenakan busana serba putih, duduk di saf terdepan bersama masyarakat. Kesederhanaan dan kebersamaan ini mencerminkan pendekatan kepemimpinan yang merakyat dan penuh nilai kebersatuan.
Dalam sambutan selepas pelaksanaan salat, Gubernur Helmi Hasan mengingatkan jemaah akan musibah gempa bumi yang belum lama mengguncang Provinsi Bengkulu. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam, melainkan langsung bertindak cepat begitu kejadian terjadi.
Gempa terjadi sekitar pukul 02.55 WIB. Kami langsung bangun dan melaksanakan salat Subuh berjemaah bersama Forkopimda, lalu segera menuju lokasi terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat,” ujar Gubernur Helmi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu telah mengerahkan sumber daya yang ada untuk mendata kerusakan, menyalurkan bantuan, dan merancang pembangunan ulang bagi rumah-rumah warga yang rusak berat.
Terdapat ratusan rumah warga yang rusak. Insya Allah, rumah-rumah yang hancur akan dibangun kembali. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kehadiran negara dalam setiap duka warganya,” tambahnya.
Upaya ini merupakan bentuk nyata solidaritas dan kepedulian pemerintah terhadap rakyatnya, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi bencana alam.
Tak hanya berbicara soal infrastruktur dan bantuan, Gubernur Helmi Hasan juga mengangkat nilai-nilai spiritual dari peristiwa Idul Adha, khususnya dalam konteks pendidikan anak dan pembinaan generasi muda. Ia mengajak seluruh orang tua dan tokoh masyarakat untuk meneladani Nabi Ibrahim dan Siti Hajar dalam mendidik Nabi Ismail.
Seorang bayi ditinggalkan di padang pasir, tanpa pendidikan formal, tanpa teknologi. Namun karena didikan dan keteladanan orang tuanya, ia tumbuh menjadi pribadi yang saleh, kuat, dan taat. Ini adalah pesan besar bagi kita semua hari ini,” jelasnya.
Ia menyoroti pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial dalam menangkal pengaruh negatif zaman, termasuk pergaulan bebas yang mengancam masa depan generasi muda.
Kita semua punya tanggung jawab bersama agar anak-anak Bengkulu tidak terjebak dalam pergaulan yang merusak. Pendidikan karakter harus dimulai dari rumah,” tegasnya.
Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban. Di sela kegiatan, pemerintah provinsi melalui Dinas Sosial dan Biro Kesra bekerja sama dengan berbagai pihak menyalurkan hewan kurban ke berbagai titik di wilayah terdampak gempa serta daerah terpencil. Ini menjadi simbol solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
Selain salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban, Pemprov Bengkulu juga membuka posko pelayanan kesehatan gratis, dapur umum, serta layanan trauma healing bagi anak-anak di beberapa wilayah terdampak bencana.
Idul Adha 1446 H di Bengkulu bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momen pembuktian bahwa nilai-nilai pengorbanan, kepedulian, dan keteladanan masih hidup di tengah masyarakat. Pemerintah dan rakyat bersatu untuk bangkit dari ujian dan membangun masa depan yang lebih baik.
Hari ini, kita tidak hanya memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim, tapi juga memperkuat komitmen kita sebagai bangsa yang tangguh. Mari kita jadikan Idul Adha ini sebagai titik balik menuju Bengkulu yang lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih beriman,” pungkas Helmi Hasan.
(M.Harus ak)