Semarang| Mediainfopol.com – Kasus Yang Menimpa dua oknum wartawan salah satu media Yang terjadi di wilayah Hukum Polresta Cilacap yang Melakukan Pemerasan Salah satu toko penjual Rokok Elegal di wilayah Cilacap 29/03/2025.

Teguh supriyanto Ketua DPW IWOI Jateng ( Ikatan Wartawan Onlene Indonesia), Menyayangkan Kenapa penjual rokok ilegal yang sudah keliatan di depan mata justru tidak ikut di tangkap, Hal ini lah yang perlu di pertanyakan ke pihak Polresta Cilacap yang menangani kasus ini.

Sebenarnya ada nya Permasalahan ini jelas jelas dari temuan dua wartawan yang menemukan toko penjual rokok Elegal yang mana di situ terjadi, dan dugaan ada nya penyuapan atau pemerasan dua oknum wartawan ke pihak toko penjual rokok Elegal yang di maksut.

*Tentunya tak ada asap tak ada api*

Harus nya dengan ada nya temuan tersebut yang benar benar merugikan negara dengan menjual rokok tanpa cukai, dari polresta menindak lanjuti juga penjual rokok nya, bukan hanya memproses pemerasannya oknum wartawan nya saja, pemilik rokok tersebut harus nya juga di proses donk.

*Hal ini lah yang sangat di sayangkan ada apa ……..?*

Teguh selaku ketua IWOI Jateng akan ikut mengawal perjalanan kasus yang menimpa dua wartawan sekaligus akan menanyakan ke kaporeta Cilacap tutur nya.

Teguh menyampaikan sudah mencoba datang langsung ke polresta Cilacap untuk bertemu kapolreta cuma belum ketemu karena hari Sabtu dan Kapolres tidak ada di tempat, dan hanya ketemu salah satu perwira piket Reskrim.

Kedatangan saya dari Semarang ke Cilacap bersama lembaga KANI, yang merasa prihatin sekaligus men support keluarga wartawan tersebut,

Diwaktu yang sama tempat berbeda kita sempatkan datang bertemu salah satu keluarga dari oknum wartawan tersebut.
Dalam bincang dengan keluarga memang membenarkan kalau suwami di tangkap polres, namun awalnya saya binggu karenan saya ngak tau kalau suwami saya ada masalah tutur Evi.

Evi selaku istri menyampaikan kalau z di rumah sebagai tulang punggung keluarga dengan suwami saya di tangkap ini saya selaku istri binggung karena ekonomi kita seperti ini dan anak kami butuh biyaya, Evi berharap semoga z bisa cepet pulang tutur nya.

Kaperwil: Antonius sutarko