BANYUWANGI – Mediainfopol.com

Pengurus Komite  MAN 1 Banyuwangi menggelar kegiatan “Cek Kesehatan & Terapi Bekam Tibun Nabawi” yang berlangsung di ruang Komite Madrasah, Kamis, 30 Januari 2025. Kegiatan ini diperuntukkan bagi seluruh dewan guru dan pengurus komite MAN 1 Banyuwangi, sebagai upaya untuk menjaga kesehatan para tenaga pengajar dan pengurus.

Kegiatan dimulai sejak pukul 08.00 WIB dan berlangsung dengan lancar hingga selesai sore hari. Selain cek kesehatan, para peserta juga mendapatkan terapi bekam Tibun Nabawi, sebuah metode pengobatan tradisional yang dikenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh.

 

Joko Setiono, S.Kep.Ns., pelaksana cek kesehatan dan terapi bekam, menjelaskan bahwa terapi bekam memiliki banyak manfaat, terutama untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot.

“Kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran kita tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh, terutama bagi tenaga pengajar yang membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima,” ungkap Joko.

 

H. Dimyati, S.Ag., M.Pd.I, Kasi Pendma Kankemenag Banyuwangi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang digelar.

 

“Kesehatan adalah investasi yang sangat penting, terutama bagi para pendidik yang setiap hari berinteraksi dengan siswa. Saya berharap lebih banyak lagi kegiatan serupa yang dapat memperhatikan kesehatan para guru,” katanya.

 

Sementara Drs. H. Abdul Hadi Suwito, M.Pd.I, Kepala MAN 1 Banyuwangi, juga memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

 

“Pendidikan tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan tenaga yang sehat. Terapi bekam adalah salah satu cara untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental, yang sangat diperlukan oleh para pengajar,” ujarnya.

 

Ditempat yang sama, Ketua Komite MAN 1 Banyuwangi, KH. Nur Busro, LC, yang turut menginisiasi kegiatan ini, menambahkan, “Kegiatan ini bukan hanya untuk kesejahteraan fisik, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi antara dewan guru dan pengurus komite. Semoga ke depan, kita bisa terus mengadakan kegiatan yang bermanfaat untuk semua pihak.”

 

Kegiatan “Cek Kesehatan & Terapi Bekam” ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kesehatan seluruh peserta, serta meningkatkan kualitas kerja dan kebersamaan di lingkungan MAN 1 Banyuwangi.

 

(sis kbiromip)

You missed

Alternatif judul; 1. Puncak Arus Balik Ketapang 26–29 Maret, Pemudik Diimbau gAtur Waktu 2. Rakor Terhubung Kapolri, Banyuwangi Siapkan 16 Buffer Zone di Ketapang 3. Arus Balik Mulai Padat, Kapolda Tekankan Sinergi Pengamanan Jawa–Bali 4. Ketapang Siaga Arus Balik, Tiket Ferry Wajib via Ferizy 5. Lonjakan Pemudik Diprediksi Akhir Maret, Aparat Siaga Penuh BANYUWANGI, Arus balik Lebaran di Pelabuhan Ketapang mulai menunjukkan peningkatan sejak Senin (23/3/2026), terutama didominasi kendaraan roda dua. Puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26–29 Maret 2026. Mengantisipasi lonjakan tersebut, Pemkab Banyuwangi bersama TNI-Polri dan stakeholder menggelar rapat koordinasi di Posko ASDP Ketapang, Selasa (24/3/2026), yang juga terhubung secara daring dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Rakor dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Wakil Bupati Mujiono, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, serta Forkopimda. Wakil Bupati Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.S.i, mengimbau pemudik untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan pada periode puncak. “Kami mengimbau pemudik bisa mengatur waktu perjalanan, termasuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere agar tidak menumpuk di puncak arus balik,” ujar Wabup Mujiono. Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur strategis Jawa–Bali. “Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh skenario pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal, sehingga arus balik tetap aman dan lancar,” tegas Irjen Pol Nanang Avianto. Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyebutkan, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penyediaan buffer zone di sejumlah titik. “Kami telah menyiapkan 16 titik buffer zone untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Selain itu, lokasi seperti RTK Tanjungwangi, Terminal Sri Tanjung, hingga Grand Watu Dodol juga difungsikan sebagai kantong parkir tambahan,” jelas Kombes Pol Rofiq, yang dikenal sebagai polisi santri. Ditambahkan Kapolresta Rofiq, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, SAR, relawan, dan stakeholder lainnya disiagakan penuh selama masa arus balik. “Seluruh personel kami siagakan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pemudik di lintasan penyeberangan Jawa–Bali,” tambah pamen asal Magelang ini. Di sisi lain, Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa sistem pembelian tiket kini sepenuhnya dilakukan secara digital. “Tidak ada lagi penjualan tiket di pelabuhan. Seluruh pengguna jasa wajib membeli tiket melalui aplikasi Ferizy yang sudah tersedia hingga H-60,” pungkasnya.