Malang//mediainfopol.com
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan pemahaman media, Kodim 0818 Malang – Batu menyelenggarakan pelatihan jurnalistik yang sukses untuk 11 personel Bintara Perwakilan jajaran.
Pelatihan berlangsung di Ruang Data Makodim 0818/Malang-Batu, Senin (18/09/23).

Dalam pelatihan tersebut Bapak Anwar selaku narasumber menyampaikan berbagai aspek penting dalam bidang jurnalistik modern. Melalui presentasi interaktif dan diskusi, peserta diberikan pemahaman yang mendalam tentang prinsip-prinsip dasar jurnalistik, etika jurnalistik, riset dan wawancara, penulisan berita, dan praktik terbaik dalam meliput berbagai peristiwa dan kegiatan masyarakat.

Letkol Inf Arief Nurbianto selaku Dandim 0818, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pelaksanaan pelatihan ini. Dia menegaskan “ Pentingnya memahami dan menerapkan etika jurnalistik yang benar dalam menjalankan tugas kewartawanan, terutama di era digital yang semakin berkembang khususnya bagi Babinsa yang menjadi ujung tombak informasi di wilayah binaan “
Partisipan pelatihan juga menunjukkan antusiasme dan keseriusan dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran. Mereka mengemukakan pertanyaan dan berbagi pengalaman, sehingga menciptakan lingkungan yang dinamis dan konstruktif.

Dandim 0818 juga berharap bahwa pelatihan ini akan memberikan wawasan baru kepada personel Babinsa perwakilan dalam melaksanakan tugas-tugas kewartawanan mereka. Dengan bekal keterampilan jurnalistik yang ditingkatkan, personel babinsa kodim 0818 diharapkan dapat menghasilkan konten berita yang berkualitas, akurat, dan berdampak positif bagi masyarakat di wilayah Malang-Batu.(eddyinfopol//pendim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You missed

Kepala BKN ke Jember, Apresiasi Kebijakan Pengangkatan Ribuan PPPK Diskominfo Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang berani mengambil langkah strategis dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan olahraga bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, yang digelar di Alun-Alun Nusantara Jember, Jumat (9/1/2026). Kehadiran Kepala BKN Pusat di Jember menjadi penanda penting sekaligus pengakuan nasional atas kebijakan progresif Pemkab Jember dalam memperjuangkan kepastian status pegawai, khususnya Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun paruh waktu. Jember tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah pengangkatan P3K paruh waktu terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 8.000 orang. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa kunjungan Kepala BKN ke Jember merupakan bentuk apresiasi sekaligus penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah. “Alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu Kepala BKN Pusat. Beliau datang ke Jember sebagai bentuk komitmen dan apresiasi karena Jember hari ini memperjuangkan nasib PPPK dan PPPK paruh waktu terbesar di Indonesia,” ujar Gus Fawait. Ia mengakui bahwa pengangkatan ribuan PPPK berdampak signifikan terhadap kondisi fiskal daerah. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD sepakat bahwa kejelasan status pegawai yang telah mengabdi selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun adalah bentuk penghormatan terhadap pengabdian. Gus Fawait juga menegaskan kebijakan Pemkab Jember yang tetap mempertahankan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dalam APBD Tahun Anggaran 2026. “Di saat pemerintah provinsi dan banyak kabupaten/kota lain melakukan penyesuaian bahkan pemotongan TPP, Jember memilih mempertahankan TPP. Ini berarti secara rasio APBD, Jember justru melakukan penguatan kesejahteraan ASN,” jelasnya. Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan DPRD Jember dan diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga motivasi, integritas, serta kualitas pelayanan publik. “Sebagai bentuk komitmen, insya Allah ASN Jember akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat,” imbuh Gus Fawait. Sementara itu, Kepala BKN RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh memberikan apresiasi tinggi atas keberanian dan konsistensi Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperjuangkan ASN dan P3K. “Pengangkatan PPPK penuh waktu dan paruh waktu di Jember berjalan sangat baik. Delapan ribu PPPK paruh waktu itu angka yang sangat besar, salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Prof. Zudan. Ia menilai kebijakan Jember sebagai contoh konkret keberpihakan pemerintah daerah terhadap pengabdian pegawai, sekaligus bukti keseriusan kepala daerah dalam membangun birokrasi yang manusiawi. “Ini adalah wujud perjuangan luar biasa. Maka mari kita bantu Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan cara meningkatkan kinerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya. Kegiatan olahraga bersama ini menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Ia menjelma sebagai simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem kepegawaian yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada pengabdian. Melalui pengangkatan PPPK terbesar secara nasional, kebijakan mempertahankan TPP, serta penataan administrasi kepegawaian, Kabupaten Jember menegaskan diri sebagai daerah yang berani mengambil risiko fiskal demi kepastian status, martabat, dan masa depan para ASN.